Obat Pelangsing Herbal
1. Apakah Jamu Asyifa shinta langsing itu?
Jamu Jamu Asyifa itu adalah jamu Pelangsing tubuh dan mengempeskan perut.
2. Dalam sehari harus minum berapa kapsul?
Dalam sehari minum 1 kapsul dipagi hari dan 1 kapsul di sore hari bila perut tidak terlalu buncit, tapi bila perut anda buncit dan anda ingin mengempiskan dalam waktu 3-7 hari saja, dianjurkan minum rutin 2 kapsul dipagi hari dan 2 kapsul di sore hari, maksimal 4 kapsul per hari.
3. Setelah minum berapa lama atau berapa banyak baru khasiat jamu ini terasa?
Bila diminum secara rutin dan teratur sesuai dosis yang dianjurkan, umumnya setelah minum 1 kotak (berisi 30 kapsul), biasanya bobot tubuh akan berkurang 3kg sampai 5kg, bahkan bisa lebih, dan ukuran lingkar pinggang akan mengecil 3cm sampai 8cm, bahkan mungkin bisa lebih.
5. Apa reaksi yang langsung bisa dirasakan setelah minum jamu ini?
Setelah minum Obat Pelangsing Herbal Jamu Asyifa Shinta langsing, maka setelah beberapa waktu perut anda merasa kenyang, badan sedikit meningkat suhunya karena berfungsi membakar lemak, mengurangi nafsu makan dan merasa haus. ini biasa terjadi karena air yang dikonsumsi adalah sarana agar lemak terbawa keluar tubuh. untuk dua hari pertama tubuh akan menyesuaikan. namun setelah hari berikutnya maka badan anda akan terasa ringan dan proses pembakan lemak akan terus terjadi.
6. Jamu Asyifa Shinta langsing ini terbuat dari bahan-bahan apa saja?
Asyifa shinta langsing ini diantaranya terbuat dari beberapa jenis akar jamu dan Habbatussauda yang memiliki kadar Antioksidan sangat tinggi yang ampuh untuk menetralisir racun yang mengendap dalam tubuh dan mencarikan tumpukan lemak.
7. Apakah jamu Asyifa shinta langsing ini aman apabila dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu lama?
Jamu ini sangat aman apabila dikonsumsi dengan rutin dan dalam jangka waktu yang lama, karena terbuat dari 100% tumbuhan alam yang berkhasiat obat dan sama sekali tidak mengandung bahan tambahan apapun seperti zat pengawet, zat pewarna, zat kimiawi, dan lain sebagainya.
8. Apakah bagi ibu yang habis melahirkan dan sedang menyusui boleh minum jamu Asyifa shinta?
Boleh, namun dengan dosis kecil 1 butir 1 hari. aman dikonsumsi ibu menyusui dan tidak akan berpengaruh bagi si kecil.
9. Apakah minum jamu ini harus dibarengi olahraga atau diet ketat?
Bagi sebagian besar orang tanpa diet pun juga bisa berhasil menurunkan berat badan, tapi bagi sebagian orang yang lain harus dibarengi diet dan olahraga, barulah akan memberi hasil yang lebih maksimal.
10. Apakah akan menyebabkan ketergantungan / ketagihan?
Tidak seperti obat – obat pelangsing lain, Jamu Asyifa langsing tidak akan menyebabkan ketergantungan / ketagihan setelah meminumnya. Jamu ini aman untuk berhenti diminum kapan saja setelah mencapai berat badan yang diinginkan.
11. Apakah setelah berhenti minum jamu ini badan akan kembali gemuk seperti semula?
Apabila berat badan yang sudah ideal dirawat dan dijaga dengan baik, yaitu dengan tidak makan dan mengemil secara berlebihan, juga berolahraga, maka berat badan tidak akan gampang naik kembali.
12. Apakah boleh minum jamu ini bersamaan waktunya dengan minum obat dari dokter, vitamin, jamu, atau food suplemen lainnya?
Sebaiknya diberi jarak waktu sekitar 1 jam, supaya jamu ini dapat lebih terserap di lambung tanpa ada pengaruh dari obat-obatan lain.
13. Apakah selama sedang menderita suatu penyakit, boleh minum jamu ini?
Apabila sedang menderita penyakit ringan seperti flu atau batuk pilek tidak menjadi soal, boleh saja meneruskan minum jamu ini. Tetapi bila sedang menderita penyakit yang serius sebaiknya tunda meminumnya.khususnya sakit magh akut dan sakit jantung akut.
14. Mengapa apabila sedang sakit berat sebaiknya tidak minum jamu ini?
Sebab dengan minum jamu ini, berat badan akan cenderung turun dan hal tersebut di khawatirkan berpengaruh negatif bagi orang yang sedang menderita penyakit berat, karena penderita sakit yang serius dengan sendirinya juga mempunyai kecenderungan penurunan berat badan, jadi akan terjadi penurunan berat badan yang terlalu drastis, makanya akan berpengaruh buruk.
15. Apakah bagi wanita yang sedang menstruasi boleh meminum jamu ini?
Boleh, kecuali terjadi perubahan yang tidak biasa, misalnya haid menjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sebaiknya tunda minum jamu ini sampai selesai masa haid.
16. Bagaimana cara minum jamu ini?
Sebungkus jamu diseduh dengan segelas air panas, diaduk sampai merata, sampai tidak ada gumpalan. Boleh dicampur dengan jeruk nipis dan madu asli (madu yang tidak bercampur gula) secukupnya, diminum selagi masih hangat. Apabila jamu terlalu kental, boleh ditambah lagi air panasnya.
17. Resep ramuan ini berasal dari mana?
Resep ramuan ini berasal dari Arab yang dikombinasikan dengan ramuan Indonesia dan India.
18. Selain melancarkan buang air besar, apalagi reaksinya setelah meminum ramuan jamu ini?
Selain melancarkan buang air besar, reaksi jamu ini, bagi sebagian orang akan mengalami sering pipis.
19. Apakah dengan minum jamu ini akan mengurangi nafsu makan?
Bagi sebagian orang dapat mengurangi nafsu makan, tapi bagi sebagian lainnya tidak.
1. Apakah Jamu Asyifa shinta langsing itu?
Jamu Jamu Asyifa itu adalah jamu Pelangsing tubuh dan mengempeskan perut.
2. Dalam sehari harus minum berapa kapsul?
Dalam sehari minum 1 kapsul dipagi hari dan 1 kapsul di sore hari bila perut tidak terlalu buncit, tapi bila perut anda buncit dan anda ingin mengempiskan dalam waktu 3-7 hari saja, dianjurkan minum rutin 2 kapsul dipagi hari dan 2 kapsul di sore hari, maksimal 4 kapsul per hari.
3. Setelah minum berapa lama atau berapa banyak baru khasiat jamu ini terasa?
Bila diminum secara rutin dan teratur sesuai dosis yang dianjurkan, umumnya setelah minum 1 kotak (berisi 30 kapsul), biasanya bobot tubuh akan berkurang 3kg sampai 5kg, bahkan bisa lebih, dan ukuran lingkar pinggang akan mengecil 3cm sampai 8cm, bahkan mungkin bisa lebih.
5. Apa reaksi yang langsung bisa dirasakan setelah minum jamu ini?
Setelah minum Obat Pelangsing Herbal Jamu Asyifa Shinta langsing, maka setelah beberapa waktu perut anda merasa kenyang, badan sedikit meningkat suhunya karena berfungsi membakar lemak, mengurangi nafsu makan dan merasa haus. ini biasa terjadi karena air yang dikonsumsi adalah sarana agar lemak terbawa keluar tubuh. untuk dua hari pertama tubuh akan menyesuaikan. namun setelah hari berikutnya maka badan anda akan terasa ringan dan proses pembakan lemak akan terus terjadi.
6. Jamu Asyifa Shinta langsing ini terbuat dari bahan-bahan apa saja?
Asyifa shinta langsing ini diantaranya terbuat dari beberapa jenis akar jamu dan Habbatussauda yang memiliki kadar Antioksidan sangat tinggi yang ampuh untuk menetralisir racun yang mengendap dalam tubuh dan mencarikan tumpukan lemak.
7. Apakah jamu Asyifa shinta langsing ini aman apabila dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu lama?
Jamu ini sangat aman apabila dikonsumsi dengan rutin dan dalam jangka waktu yang lama, karena terbuat dari 100% tumbuhan alam yang berkhasiat obat dan sama sekali tidak mengandung bahan tambahan apapun seperti zat pengawet, zat pewarna, zat kimiawi, dan lain sebagainya.
8. Apakah bagi ibu yang habis melahirkan dan sedang menyusui boleh minum jamu Asyifa shinta?
Boleh, namun dengan dosis kecil 1 butir 1 hari. aman dikonsumsi ibu menyusui dan tidak akan berpengaruh bagi si kecil.
9. Apakah minum jamu ini harus dibarengi olahraga atau diet ketat?
Bagi sebagian besar orang tanpa diet pun juga bisa berhasil menurunkan berat badan, tapi bagi sebagian orang yang lain harus dibarengi diet dan olahraga, barulah akan memberi hasil yang lebih maksimal.
10. Apakah akan menyebabkan ketergantungan / ketagihan?
Tidak seperti obat – obat pelangsing lain, Jamu Asyifa langsing tidak akan menyebabkan ketergantungan / ketagihan setelah meminumnya. Jamu ini aman untuk berhenti diminum kapan saja setelah mencapai berat badan yang diinginkan.
11. Apakah setelah berhenti minum jamu ini badan akan kembali gemuk seperti semula?
Apabila berat badan yang sudah ideal dirawat dan dijaga dengan baik, yaitu dengan tidak makan dan mengemil secara berlebihan, juga berolahraga, maka berat badan tidak akan gampang naik kembali.
12. Apakah boleh minum jamu ini bersamaan waktunya dengan minum obat dari dokter, vitamin, jamu, atau food suplemen lainnya?
Sebaiknya diberi jarak waktu sekitar 1 jam, supaya jamu ini dapat lebih terserap di lambung tanpa ada pengaruh dari obat-obatan lain.
13. Apakah selama sedang menderita suatu penyakit, boleh minum jamu ini?
Apabila sedang menderita penyakit ringan seperti flu atau batuk pilek tidak menjadi soal, boleh saja meneruskan minum jamu ini. Tetapi bila sedang menderita penyakit yang serius sebaiknya tunda meminumnya.khususnya sakit magh akut dan sakit jantung akut.
14. Mengapa apabila sedang sakit berat sebaiknya tidak minum jamu ini?
Sebab dengan minum jamu ini, berat badan akan cenderung turun dan hal tersebut di khawatirkan berpengaruh negatif bagi orang yang sedang menderita penyakit berat, karena penderita sakit yang serius dengan sendirinya juga mempunyai kecenderungan penurunan berat badan, jadi akan terjadi penurunan berat badan yang terlalu drastis, makanya akan berpengaruh buruk.
15. Apakah bagi wanita yang sedang menstruasi boleh meminum jamu ini?
Boleh, kecuali terjadi perubahan yang tidak biasa, misalnya haid menjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sebaiknya tunda minum jamu ini sampai selesai masa haid.
16. Bagaimana cara minum jamu ini?
Sebungkus jamu diseduh dengan segelas air panas, diaduk sampai merata, sampai tidak ada gumpalan. Boleh dicampur dengan jeruk nipis dan madu asli (madu yang tidak bercampur gula) secukupnya, diminum selagi masih hangat. Apabila jamu terlalu kental, boleh ditambah lagi air panasnya.
17. Resep ramuan ini berasal dari mana?
Resep ramuan ini berasal dari Arab yang dikombinasikan dengan ramuan Indonesia dan India.
18. Selain melancarkan buang air besar, apalagi reaksinya setelah meminum ramuan jamu ini?
Selain melancarkan buang air besar, reaksi jamu ini, bagi sebagian orang akan mengalami sering pipis.
19. Apakah dengan minum jamu ini akan mengurangi nafsu makan?
Bagi sebagian orang dapat mengurangi nafsu makan, tapi bagi sebagian lainnya tidak.
0 Response to "Tanya jawab"
Post a Comment